Masih Sama; Tentang Dia



Kita semua pasti pernah punya seeorang yang pandai mengajak kita terbang ke angan angan. Bemimpi bersama sampai sesekali lupa bahwa jatuh adalah sebuah kepastian. 

Kita tahu, sejauh ini mungkin kita hanya sedang begitu senang dimainkan semesta. Dunia memang begitu, isinya hanya seputar patah hati yang berkelanjutan. Manusia-manusia dibumi kadang suka bercanda berlebihan. Misalnya masalah hati, tolong jangan terlalu manis. Karena hadirmu saja sudah cukup. Atau mungkin sebenarnya dia tidak manis. Hanya kadang diri sendiri harapannya berlebihan. 

Tolong jangan buat aku terbang terlalu tinggi. Karena aku takut jatuh sendirian. Kau tahu kan? kalau aku ini mudah patah. Kadang sakit sehari tidak cukup setahun untuk menyembuhkan. Aku takut terbang sendirian. Tapi anganku tidak mungkin aku biarkan jatuh begitu saja. Tidak harus dengan kamu, bagiku hadirmu dibumi saja sudah cukup. 

Dulunya aku ini periang. Tapi entah semenjak aku tahu di bumi ada kamu, aku jadi mudah rapuh. Bahkan kadang suka menangis tanpa sebab. Saat aku sedang patah-patahnya. Kadang tidak ada satu orangpun yang tahu. Karena aku takut merepotkan banyak hati. Termasuk kamu. Kamu tidak perlu repot-repot meyiapkan bahu. Bayanganmu tersenyum saja sudah cukup bagiku. 

Aku tidak tahu, seberapa jauh lagi aku akan terbang. Kamu terlalu baik. Kamu memang tidak tahu perihal ini. Ini semua rumit. Beberapa kali aku sering berdiskusi tentang ini dengan hatiku sendiri. Katanya dia bingung, tuannya begitu payah. 

Aku ingin turun, udara di atas langit terlalu jahat. Aku belum siap bertahan diantara ribuan bintang lainnya. Bintangku ini trelalu redup. Tidak pantas untuk langitmu yang megah. Bintang-bintang yang lain cahayanya terlalu terang. Aku terlalu silau. Mungkin aku tidak terlihat. Tapi kau tahu? untuk terbang dan bertahan sejauh ini itu susah. Aku harus menghabiskan tenagaku. Karena untuk terbang sendirian butuh angan yang selalu bisa menguatkan. Didalam anganku tadi ada kamu. Semoga langitmu siap menerima hadirku. atau, aku rasa jangan! iya, lupakan. Mungkin sebaiknya aku harus jatuh. Aku tidak layak ada disini. 

Lupakan diksiku tadi. Anggap saja aku bercanda. 

Terimakasih ya, aku pamit. Kalau tidak merepotkan, tolong lupakan aku. Biarakan bintangku jatuh. Agar aku bisa jadi permohonan buat orang lain. Mungkin itu akan lebih bermanfaat bagiku. Walau setelahnya aku kan hilang, setidaknya ada harapan yang aku bawa. Iya, harapan orang lain. Dan aku hilang. Selamanya!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PATAH

MENGHITUNG KAPASITAS TAMPUNG LAHAN DENGAN SATUAN TERNAK (ST) / ANIMAL UNIT (AU)

Terkasih