Periode Kebuntingan Ternak Sapi

 

PERIODE KEBUNTINGAN

Jangka waktu sejak pembuahan (fertilisasi) atau konsepsi sampai partus.


Terdapat 3 Periode Kebuntingan

1. Periode Ovum (blastula)

Periode yang berlangsng 10 – 12 hari sejak waktu pembuahan setelah beberapa jam sesudah ovulasi sampai pembentukan membrane zygote didalam uterus.

-        Sesudah pembuahan di ampulla, zygote memerlukan waktu satu hari untuk mencapai isthmus. Di sini perjalanan di perlambat selama 3 hari untuk mencapi ke cornua uteri.

-         Zigote terapung bebas selama 8 – 9 hari dan mulai menetap di uterus pada umur 12 hari

-        Terjadi yang namanya pembelahan (clavage) di daerah pertemuan ampulla-isthmus sampai mencapai stadium morula (16-32 sel)

-        Morulla memasuki uterus pada hari ke 4 sampai ke 5 sesudah konsepsi

-        Pada hari ke 6 sampai 10 zona pelluucida terbagi atas fragmen-fragmen dan terbentuklah ruang berongga yang di sebut blastula atau blastocyst (masa sel bag. dalam pembentuk tubuh) daan trophoblast (masa sel bag. Luar pemberi makan embrio)

-        Pada umur 12 hari blastocyst pada sapi berdiameter 1,5 mm (belum memanjang) dan Corpus luteum mulia menghasilkan progesterone.

 


PERKEMBANGAN PADA PEIODE IVUM


Blastocyst

Pada kutub Animal

        Terkumpul dan berkembang sel-sel sebagai Inner Cell Mass (ICM)

        ICM  yaitu kelompok sel-sel yang PLURIPOTEN yang akan berkembang menjadi embrio

        Sel Pluripoten dari ICM dapat berkembang menjadi :

 1. Ektoderm (kulit, kuku, tanduk, dll)

2. Mesoderm (tulang, otot, syaraf, dll)

3. Endoderm (usus, paru-paru, hati dll)

Pada Kutub Vegetal

        Terkumpul sel-sel yang berkembang menjadi Trophoblast/Tropectoderm.

        Trophoblast/tropectoderm dalam perkem-\bangan embrional menjadi ADNEXA Yaitu suatu sistem placentasi yang menghubungkan secara fisiologis antara induk (endometrium uterus ruminansia disebut carunculae)  dan anak (embrio/fetus disebut Cotyledon)




2. Periode Embrio dan Organogenesis

Petiode ini berlangsuung 12-45 hari masa kebuntingan

-        Terjadi pembentukan system utama tubuh dan pada akhir periode ini embrio dapat di kenali.

-        Sejak hari ke 14 trophoblast memanjang sangat cepat mencapai 30 cm dan pada hari ke 18 – 19 mencapai ke cornua yang satu lagi.

-        Cairan amnion terbentuk sempurna dan menuutup pada hari ke 20

-        Jantung berkembang dan mulai berdenyut pada hari ke 22

-        Pada hari ke 25 saluran neural tertutup, allantois berkembang baik, puncuk-puncuk kaki depan terbentuk dan mata serta otak sudah berkembang pesat.

-        Pertautan selaput-selaput foetus mulai terjadi pada usia 30 hari dan menjadi suatu pertautan primitive chorioalantois pada endometrium pada usia kira-kira 33-36 hari. Istilah ini di sebut IMPLANTASI

Implantasi

        Implantasi atau proses penempelan embyo ke endometrium dipengaruhi oleh hormon progesteron serta ada atau tidaknya transmembran glikoprotein yang dikenal sebagai Muc-1 yang bersifat sebagai anti-adhesif faktor. Proses implantasi terjadi ketika konsentrasi Muc-1 menurun dengan cepat dan lama kelamaan hilang sehingga memungkinkan terjadinya implantasi.


        Lamanya poroses implantasi selain karena konsentrasi Muc-1 di uterus juga diepengaruhi oleh kerja horomon progesteron terhadap endometrium. Konsentrasi progesteron meningkat dengan cepat seiring dengan terbentuknya corpus luteum.


        Setelah 8 sampai 10 hari uterus menerima pengaruh progesteron dalam fase kebuntingan ini, reseptor progesteron di epitelium uterus mengalami penurunan fungsi sehingga pengaruh progesteron terhadap jenis sel ini juga menurun.


        Sebagaimana diketahui epitelium uterus inilah yang memproduksi Muc-1 atas pengaruh dari progesteron. Dengan demikian, menurunnya fungsi reseptor progesteron pada epitelium uterus memungkinkan untuk dimulainya proses implantasi karena tidak diproduksinya Muc-1.


Perkemabngan embrio yang normal dapat terjadi karena adanya asupan nutrien yang cukup serta fungsi-fungsi hormon reproduksi berjalan dengan baik.

3. Periode Foetus dan Pertumbuhan Foetus 

Periode yang berlangsung dari hari ke 45 masa kebuntingan sampai partus

-        Selama periode ini terjadi perubahan kecil dalam deferensiasi organ, tenunan dan system tubuh Bersama pertumbuhan dan pematangan individu antenatal

-        Cotiledon berkembang dan membesar untuk mensuplai makanan bagi foetus

-        Pertumbuhan foetus berbentuk curva geometric dan beratnya bertambah sangat cepat selama 2 – 3 bulan terakhir masa kebuntingan.

-        Pertambahan berat foetus dari hari 210 – 270 tiga kali lebih besar daripada pertambahan berat badan dari waktu pembuahan sampai hari ke 210 masa kebuntingan

-        Pada permulaan periode foetus terbentuk kelopak mata, ostikasi tulang di mulai, dan perubahan cepat terjadi pada rupa dan ukuran kaki.

-        Pada akhir masa kebuntingan anak ternak yang normal telah berkembang sedemikian rupa sehingga mampu hidup di lingkungan cairan dan saluran pencernaan serta pernafasan siap untuk memulai fungsinya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PATAH

MENGHITUNG KAPASITAS TAMPUNG LAHAN DENGAN SATUAN TERNAK (ST) / ANIMAL UNIT (AU)

Terkasih