UNTUK SESEORANG YANG PERNAH MENJADI ALASAN
Yuk kita main peran. Kamu yang pergi. Terus nanti aku yang pura-pura lupa. Tapi setelahnya jangan melihat ke belakang lagi. Jalan terus saja. Toh langkahmu juga akan tetap tegar tanpa adanya aku.
O iya, Maksih udah pernah jadi alasanku untuk mulai semua ini. Dulu awalnya aku pengen cuma kamu aja yang dengar semua catatanku. Kan dulu jauh. Jangankan bertemu, saling kabarpun tidak.
Aku bingung harus mengirmkan rindu kemana. Aku bingung dimana caranya bilang cinta. Aku bingung untuk memulai. Tapi akhirnya aku juga yang harus mengakhiri. Itupun kamu yang minta. Dulu aku berharap dengan semua catatanku ini bisa sedikit mengurangi rindu.
Dulu semua puisiku tentang kamu. Tapi perlahan semuanya sendu. Aku bingung saat semua orang suka dengan diksi yang kuciptakan, Saat itu juga kamu pergi. Sepertinya ada yang salah. Tapi sampai sekarangpun aku nggk tahu salahku apa? Bukannya dulu kamu yang bilang aku ini orangnya susah cerita dengan orang banyak.
Sekarang semua orang sudah mendengarkan cerita kita, Tapi si pemain dari cerita itu malah hilang. Cerita kita nggak pernah selesai. Sama, Seperti tulisanku yang nggak akan pernah selesai.
Terimakaish lukanya. Sekarang aku bahagia diluar batas. Nggak apa kamu pergi, Karena sekarang aku paham. Dibalik hilangnya seorang kamu, banyak kejutan yang udah disiapkan. Makasih, dari aku yang pernah patah, jatuh, hilang, redup, rapuh, dan semua yang menyakitkan.

Komentar
Posting Komentar