Yang Terdalam


Ada sebuah nama yang sampai saat ini masih tertulis dengan rapi di lembaran hari-hariku. Aku menyebutkan dengan "Yang Terdalam". Entah bagaimana ceritanya akupun sama sekali tidak menyangka jika sampai sejauh ini hari-hariku masih selau tentang dia. 

Pada seseorang yang pernah kutemukan dalam luka masa lalu. Dan ku sembuhkan dengan segenap perasaan. Perihmu pastilah sudah hilang. Seperti dirimu yang juga hilang dalam pandanganku. Salahku memang, menaruh hati padamu yang hanya menganggap semua adalah kebetulan dan bukanlah sebuah takdir.

Pada nuansa senja. Kilaunya mengagumkan. Sesaat menyertai ruang kenangan itu. Dan namanya masih ada. Dengan senyumnya, dengan peluknya, dengan kasihnya. Hai, apa kabarmu? Aku harap senja masih menjadi pilihanmu dalam mengakhiri hari-harimu yang melelahkan. Bukankah saat itu kau selalu mengagumi semburatnya? Kau bilang megannya indah. Hingga kau tak pernah mau beranjak dari menatapnya.

Hai, sedang apa? Selepas ini malam akan tiba. Senyap, sepi, dan rindu akan menyapa. Iya, rindu. Apakah kau tak lagi merasa? bahwa bisikan namamu terus saja bergema dalam hatiku.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

PATAH

MENGHITUNG KAPASITAS TAMPUNG LAHAN DENGAN SATUAN TERNAK (ST) / ANIMAL UNIT (AU)

Terkasih